28 Agt 2016

Pengalaman Mengurus STNK Motor Yang Hilang

Ini pengalaman saya yang pertama kali untuk mengganti STNK motor saya yang hilang. Sebelumnya saya belum pernah mengalami sehingga saya mencoba sendiri bagaimana cara mengurus STNK yang hilang tanpa melalui calo atau biro jasa. Ternyata tidak sulit, hanya saja dibutuhkan kesabaran dan tentu saja dokumen resminya.

Sebelumnya saya sempat ditawari oleh seseorang untuk membantu membuatkan STNK baru (duplikat) dengan biaya sebesar 450 ribu serta menjanjikan akan selesai 3-4 hari. Namun setelah melihat biaya pengurusan kehilangan atau kerusakan STNK yang tertera di kantor Sistem Manunggal Satu Atap (SAMSAT) yang hanya tertulis 50 ribu dan biaya TNK 30 ribu, maka saya coba urus sendiri. Saya ingin tahu bagaimana proses mengganti STNK yang hilang dan berapa biaya yang sesungguhnya. Selain itu, selisih uang 400 ribu cukup besar bagi saya.

Mengurus STNK Motor Yang Hilang


Cara Mengurus STNK Hilang


Sebelumnya saya mohon maaf jika pengalaman saya ini tidak disertai nomor peraturan atau nama bagian di Samsat dan Kepolisian untuk mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang hilang karena lupa (dan tidak mencatat). Namun semua penjelasan saya buat berdasarkan pengalaman yang sebenarnya tanpa melihat referensi dari situs lain,

1. Langkah pertama mengurus STNK hilang

Siapkan dokumen Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan KTP asli sesuai dengan nama di STNK/BPKB. Khusus motor berstatus kredit, kata petugas SAMSAT, minta pengantar dari dealer dan minta foto copy BPKB-nya. Kemudian fotokopi semua dokumen tersebut. Siapkan meterai 6000 dan juga kendaraan yang STNK-nya hilang untuk di cek fisik ulang.

2. Surat Keterangan Kehilangan STNK dari Kepolisian

Langkah selanjutnya pergi ke Polres atau Polsek terdekat untuk meminta surat kehilangan STNK sebagai syarat untuk mengurus penerbitan STNK duplikat. Tidak ada biaya resmi, tapi kalau mau memberi silahkan asalkan ikhlas :) Kemudian fotokopi yang lebih banyak karena surat keterangan ini lebih banyak dipakai untuk lampiran.

3. Laporan Kehilangan ke Media

Sesuai peraturan dari Samsat setempat, harus melampirkan bukti laporan kehilangan dari radio dan surat kabar. Maka saya pun meluncur ke studio radio untuk beriklan kehilangan dengan bukti fotokopi surat kehilangan dari kepolisian. Biaya 15 ribu. Setelah selesai, saya menuju biro agen iklan koran. Untuk iklan mini kehilangan kena biaya 50 ribu untuk 3 hari penerbitan.

Langkah saya berhenti sampai hari ini untuk mengurus STNK hilang karena iklan di koran terbit keesokan hari sebagai bukti laporan kehilangan. Iklan di koran harus dilampirkan.

4. Pergi Ke Kantor Samsat Setempat yang Mengeluarkan STNK

Keesokan hari setelah iklan muncul di koran, kemudian iklan saya potong dan ditempel di kuitansi pembayaran iklan. Semua dokumen BPKB asli, KTP, surat kehilangan dari kepolisan, bukti iklan dan semua fotokopinya) saya jadikan satu ke dalam map dan bergegas menuju kantor Samsat dengan membawa motor yang STNK-nya hilang.

5. Cek Fisik Kendaraan

Sesampai di kantor Sistem Manunggal Satu Atap (SAMSAT), langsung menuju loket bagian yang mengeluarkan keterangan keabsahan STNK, pajak kendaraan belum atau sudah dibayar. Setelah itu menuju lokasi cek fisik kendaraan untuk cek ulang. Tidak ada biaya.

6. Surat Keterangan dari Satlantas

Setelah cek fisik selesai, dengan dokumen lengkap, saya diharuskan ke kantor Satlantas Polres untuk meminta surat keterangan dari Satlantas. Saya lupa bagian (unit) apa. Di sini saya mengisi surat permohonan penggantian STNK yang hilang yang disertai dengan materai 6.000. Tidak ada biaya.

Langka di sini diuji kesabaran. He,,he,,he.. Bukan masalah apa, jika Kanit dan Kasatlantas tidak berada di tempat otomatis tidak mendapat tanda tangan, artinya harus sabar menunggu. Celakanya jika Kasatlantas ke luar kota. Rekan saya ada yang pernah harus kembali 3 hari kemudian. Beruntung, saat saya mengurus keterangan STNK ini, hanya menunggu kurang lebih 1,5 jam karena Kasat lantas ada tamu. 

7. Penerbitan STNK Duplikat

Dari kantor Satlantas Polres, saya bergegas kembali ke kantor Sistem Manunggal Satu Atap (SAMSAT) karena mendekati kantor tutup. Dengan dokumen lengkap, berkas dimasukkan ke loket pendaftaran kemudian ke bagian penerimaan berkas. 3 Menit kemudian, nama saya dipanggil untuk melunasi pajak tahun ini yang belum saya bayar. Kemudian membayar biaya pencetakan STNK sebesar 80 ribu. Di papan informasi tertulis lama proses 15 menit, kenyataan 1 jam kemudian STNK duplikat dan notice pajak selesai dan diberikan kepada saya. Total biaya 80 ribu (tidak termasuk pajak kendaraan).


Mengurus STNK Hilang Sendiri


Dua hari mengurus STNK motor saya yang hilang sendiri. Ternyata jika saya mengurus sendiri, biaya yang dikeluarkan untuk membuat STNK duplikat karena STNK lama hilang, total 156 ribu (iklan, materai, fotokopi dan biaya STNK). Jika menggunakan jasa orang lain akan mengeluarkan biaya sebesar 450 ribu. Lumayan besar selisihnya. Namun saya tidak menyalahkan biro jasa atau calo karena semua prosedur yang telah saya lakukan akan dilakukan juga oleh jasa tersebut.

Permasalahan di sini adalah soal waktu. Jika orang sibuk, jelas tidak memiliki waktu banyak untuk mengurus STNK yang hilang. Selain itu perlu pergi ke sana-sini untuk melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi.

Ada sedikit ganjalan bagi saya. TNK (tanda nomor kendaraan/plat nomor) tidak saya dapatkan, padahal biaya yang saya keluarkan sudah ternasuk (STNK 50 ribu + TNK 30 ribu). Saat saya tanyakan, dikatakan bahwa untuk STNK Duplikat tidak menerima plat nomor kembali karena sudah diberikan sewaktu perpanjangan 5 tahunan dan ketersediaan plat terbatas.


 Mengurus STNK Yang Hilang - Kang Andre


4 komentar

mantap kang penjelasannya, btw stnk ane juga lagi hilang nih, lagi kumpul² info. hehe
nice share

mengurus STNK yang hilang hanya perlu waktu dan bisa lebih murah jika dilakukan sendiri. :)

Klo misal bpkb nya atas nama orang lain gmn kang

Pinjam KTP-nya untuk mengurus STNK baru. Pengalaman saya mengurus STNK hilang ini, atas nama orang lain (belum balik nama)

Maaf Komentar terpaksa dimoderasi. Gunakan Nama yang wajar dan tidak out of topic. Terima Kasih