Akal Sehat dan Hati Nurani di PSBB

  • Whatsapp

Ada sebuah berita yang isinya penerapan peraturan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar) terkait dengan wabah virus corona Covid-19. Entah bagaimana protokol yang sebenarnya, namun menerapkan peraturan PSBB mestinya tetap harus pakai logika alias akal sehat. Jangan seperti robot yang nggak punya hati nurani dan akal.

Pria Bogor Ngamuk Ke Petugas PSBB

Bacaan Lainnya

Dalam berita tersebut dan telah diunggah ke Youtube pada 2 Mei 2020 diberitakan bahwa “Pengendara mobil mengamuk kepada petugas lantaran enggan memindahkan posisi duduk istrinya ke kursi belakang sesuai aturan yang berlaku dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor.”

Masa suami istri yang sehari-harinya tidur satu kamar, ketika di dalam mobil, si istri tidak boleh duduk di sebelah suami yang mengemudi, dan diminta harus pindah duduk di kursi belakang?

Ini benar-benar penerapan peraturan yang ANEH dan KONYOL.

Sangat amat wajarlah kalau si suami marah-marah kepada petugas. Jujur, saya pun akan melakukan hal yang sama kalau dihadapkan dengan situasi yang sama. Bener-bener konyol !

“Lho, kan CUMA diminta istrinya untuk pindah ke kursi belakang, apa susahnya ?”

Cuma? Gila ya ?!

Apa juga susahnya juga buat petugas menggunakan hati nurani dan akal sehatnya hanya untuk urusan beginian ?

Kan CUMA tinggal dicek apakah KTP mereka berdua satu alamat atau tidak ? Kalau satu alamat, ya sudah biarkanlah mereka duduk di manapun mereka suka. Kalau alamatnya berbeda, walaupun mereka ngotot suami istri, ya silakan dipaksa si istri pindah ke kursi belakang.

Kalau enggak mau, ya silakan didenda atau dilarang lewat.

SIMPLE BANGET, KAAANNN ??!!

Hal-hal yang amat tidak menghargai akal sehat di negeri kita seperti inilah, yang membuat rakyat jadi marah, emosi dan merasa dibodohi. Gregetan.

Dan yang lebih aneh lagi, gara-gara urusan beginian sampai-sampai netizen pun ikut-ikutan mencaci maki si suami yang sedang sangat amat jengkel dengan hilangnya logika mereka yang berdalih sedang melaksanakan penerapan PSBB.

Sekali lagi, mereka ini suami istri. Tinggal satu rumah, Tidur satu ranjang. Setiap hari.

Bahkan kalau pun kita bicara soal penyebaran virus, mau posisi penumpang di samping pengemudi, mau di kursi belakang, ketika jendela mobil tertutup, ruangan di dalam mobil yg amat terbatas, posisi AC dinyalakan, dan di dalam mobil sudah ada yang terpapar Covid-19, kemungkinan besar si virus tetap akan bisa menyebar ke seluruh sudut mobil. Gak ngaruh, apakah seseorang mau duduk depan atau belakang.

Dan, yang jelas, suami istri ini juga tidak sedang membahayakan kesehatan pengguna jalan yang lain. Tidak sedang melakukan kejahatan apapun. Dan tidak sedang merusak tatanan apapun.

Gilee beneerr….

Urusan Covid -19 ini benar-benar membuat logika dan akal sehat kita semua seperti kebolak balik dan dibolak balik.

Mestinya, pemerintah mengevaluasi lagi peraturan yang penerapannya amat mengganggu akal sehat kita sebagai manusia yang berakal.

Pos terkait