Mengapa Harus Punya Blog Banyak

  • Whatsapp

Pertanyaan “Mengapa harus punya blog banyak?” memang seharusnya ditujukan dan dijawab oleh orang yang hobi ngeblog. Bagi orang yang cuma ikut-ikut buat blog tentu akan sulit menjawab pertanyaan tersebut, “Punya satu saja nggak keurus, bagaimana jika punya blog banyak?” Nah itu dia, ngeblog saat ini bisa dijadikan sebuah hobi dan itu mungkin termasuk saya.

mengelola blog

Bacaan Lainnya

Hampir sepanjang hari, jika tidak ada kegiatan yang penting, saya (meskipun bukan master seo) selalu di depan komputer yang terkoneksi internet. Selain browsing dan blogwalking, saya sempatkan untuk melihat beberapa blog yang saya kelola. Blog utama saya sih nggak banyak sekitar 10 blog dengan domain sendiri, tapi jika dijumlahkan dengan subdomain gratisan yang saya punya bisa mencapai 300 lebih. Mengapa harus punya blog banyak?

Ada beberapa alasan yang “mengharuskan” saya mempunyai blog banyak

Ada alasan yang paling kuat mengapa saya membuat blog banyak, terutama untuk blog gratisan yaitu sebagai pendukung blog utama (blog dummy).

Dengan adanya blog pendukung yang banyak, saya bebas menentukan backlink sendiri tanpa ada rasa was-was dianggap spammer oleh pemilik situs/blog lainnya. Apalagi untuk cari backlink kontes seo. Dengan demikian, blog utama mendapat support oleh blog lain milik saya sendiri.

Dengan mempunyai blog banyak, kesempatan mendapatkan rejeki lebih banyak.

Semisal jika kita memiliki akun Google Adsense, bisa memasang script iklan di blog-blog yang kita miliki. Saya kurang yakin atas pendapat adsense yang sangat besar jika hanya datang dari sebuah situs saja.

Selain adsense atau iklan bisa saja membuat penawaran review produk/jasa yang sesuai dengan tema dari beberapa blog yang kita punya. Dengan kata lain, rejeki kecil yang datang dari beberapa blog, kalau dikumpulkan bisa jadi banyak.

Jaga-jaga apabila ada blog yang rusak, dihapus atau mati karena lupa perpanjangan.

Saya pun pernah mengalami beberapa blog (domain sendiri) yang telah expired dan lupa memperpanjang, beberapa bisa diambil kembali dan yang lain hilang. Untuk yang gratisan ini yang sangat sulit di monitor (jika sangat banyak).

Ada beberapa blog gratisan yang memberlakukan persyaratan, minimal 30 hari harus ada aktivitas. Juga entah kenapa (paling banyak dianggap melanggar TOS) terkadang blog dihapus, layanan ditutup, dsb.

Bagaimana cara mengelola jika punya blog banyak?

Mungkin bagi blogger yang punya blog banyak punya cara tersendiri bagaimana mengelola dan merawat blog-blog tersebut. Lain ladang lain belalang, lain orang lain cara.

Terus terang, awalnya saya merasa sangat sulit mengelola blog yang jumlahnya lebih dari 30. Dulunya saya anggap mampu hanya sehari untuk mengurus 1 blog, dengan demikian dibutuhkan 30 hari. Lantas bagaimana jika punya 300 blog?

Langkah pertama adalah membuat daftar blog yang ada. Pisahkan untuk blog utama, dan blog dummy (gratisan). Untuk blog dummy perlu di pisahkan lagi antara blog yang terdapat peraturan harus ada aktivitas minimal 1 bulan, 3 bulan dan tidak (blogspot, wordpress salah satu blog yang tidak ada aturan semacam itu). Jangan lupa menuliskan user dan password (sebaiknya tidak sama) serta platform yang digunakan, blogspot, wordpress, joomla, drupal, dkk. Serta cantumkan hosting yang menyediakan.

Bagi saya, blog utama harus didahulukan, minimal seminggu sekali harus ada update. Kendala utama adalah ide menulis yang tidak muncul saat harus update? Untuk itu, jika ada ide, tulis sebanyak-banyaknya, namun jangan langsung diterbitkan, simpan sebagai draft dan dijadwal untuk publikasinya.

Untuk blog dummy, prioritaskan yang harus update minimal sebulan sekali (biasanya ada peringatan via email), artikel dummy bisa copas namun sedikit diedit jangan sampai persis 100% dan nggak usah terlalu panjang, cukup 2 atau 3 paragraf saja dan yang terpenting buat artikel yang sama dengan topik blog utama untuk menambah backlink.

 

Yang penting happy jika punya blog banyak – Kang Andre

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 Komentar

  1. Blog utama cuma 15 dan perlu backlink, daripada nyepam di ratusan blog orang, mending update artikel diratusan blog sendiri. Yang penting punya strategi untuk mengurus blog-blog dummy, jadi nggak tiap hari ngeblog 🙂

  2. Mas mau nanya? Kalau misalkan mau buat blog baru, bagusnya buat dgn email baru atau nggak? karena saya sudah punya blog personal, sbenarnya bisa sih buat blog baru pke email yg sama (karena pke blogger), tp blog baru yg sy mau buat ini blog khusus. bagusnya gimana y mas? tlong pncerahannya.

  3. Wow.. Keren gan 300 jumlah fantastis tuh. Sy sendiri baru punya 19 blog itupun belum semua maksimal baru 4-5 blog utama saja yg merajai halama 1 Google sisanya msh dalam tahap pengembangan. Rencananya mau buat 100 blog. Semoga dngn banyak baca2 diblog ini bisa secepatnya terwujud. Salam Blogger

  4. Waduh 300 blog!! gak kepikiran ke sana dech saya. Kepingin sih pasti kepingin, tapi bagaimana ngurusin keluarga kalau satu blog saja timingnya gak terjadwal. Salut dah buat bang Andre, semoga semakin sukses.

  5. Banyak penyedia hosting gratis yang menyediakan subdomain. Cari di google dengan kw "free hosting". Ambil semua subdomain yang disediakan.

    Dulu ada layanan yang menyediakan hosting dan 450 subdomain, tapi sekarang harus bayar. Sebenarnya murah, cuma $ 0.5 per bulan. Tapi kalau dikalikan 450… hehe… nggak mampu.